Ketika Kehilangan Menjadi Titik Awal Perjuangan
Fadhel Diwangkara (Diwang)
Sejak usia 10 bulan, Diwang telah kehilangan sosok ayah yang seharusnya menjadi tempat bersandar. Ia tumbuh sebagai anak yatim di tengah keterbatasan ekonomi. Sang ibu harus berjuang seorang diri membesarkan empat putra dengan penghasilan yang tidak menentu.
Masa kecil Diwang tidak selalu mudah. Ia sering merasa sedih melihat teman-temannya masih memiliki ayah yang mengantar sekolah, memenuhi kebutuhan mereka, dan menemani tumbuh kembang mereka. Bahkan pendidikan Diwang sempat berada di ambang ketidakpastian karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Namun Allah menyiapkan jalan terbaik.
Pada tahun 2024, saat duduk di kelas 4 SD, Diwang diterima sebagai anak asuh Pondok Yatim Dhuafa Thursina (PYDT) YBM PLN. Awalnya tidak mudah. Ia harus berpisah dari ibunya dan belajar hidup mandiri di asrama. Anak yang pemalu dan pendiam itu perlahan mulai menemukan lingkungan yang mendukung pertumbuhannya.
Melalui pendidikan formal, pembinaan karakter, pengasuhan 24 jam, program keislaman, dan pendampingan intensif, Diwang tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.
Dua tahun kemudian, perubahan besar terjadi.
📖 Berhasil menghafal 3 Juz Al-Qur'an
🏆 Menjadi Ketua Kamar di asrama
⚽ Meraih Juara 1 Futsal Tingkat Kabupaten Bogor bersama tim PYDT
🌟 Tumbuh menjadi anak yang ramah, sopan, dewasa, dan percaya diri
Bagi Diwang, momen paling membahagiakan adalah ketika berhasil mencapai target hafalan Al-Qur'an dan mengangkat piala juara futsal bersama teman-temannya.
Kini Diwang memiliki cita-cita besar: menjadi Pemain Sepak Bola Profesional sekaligus Muhafizh Al-Qur'an yang mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupannya.
Terima Kasih Muzakki YBM PLN
Kisah Diwang adalah bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan melalui YBM PLN bukan hanya memenuhi kebutuhan hidup anak yatim dan dhuafa, tetapi juga mengubah masa depan mereka.
Dari seorang anak yang kehilangan ayah sejak bayi, kini tumbuh seorang penghafal Al-Qur'an, atlet futsal berprestasi, pemimpin bagi teman-temannya, dan calon pemimpin masa depan bangsa.
"Semoga setiap huruf Al-Qur'an yang dihafalkan Diwang, setiap prestasi yang diraihnya, dan setiap kebaikan yang ia lakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi seluruh Muzakki YBM PLN."
Jazakumullahu Khairan Katsiran 🤲
Pondok Yatim Dhuafa Thursina (PYDT) YBM PLN
Membina, Mendidik, dan Menyiapkan Generasi Qur'ani yang Mandiri dan Berprestasi.